Dikritik Netizen? Kini Pindah Ke Malaysia? Ada Apa dengan Saddil Ramdani

Dikritik Netizen? Kini Pindah Ke Malaysia? Ada Apa dengan Saddil Ramdani - Saddil Ramdani adalah salah satu tokoh sepak bola Indonesia. Ia menjadi salah satu pemain muda paling berbakat dan menjanjikan di tanah air.

Baru-baru ini Pemain Timnas Indonesia, Saddil Ramdani menjadi sorotan usai mengatakan netizen menjadi sebab menurunnya mental para pemain, sebenarnya ada apa ya?. Mari kita simak artikel ter-hot di Trending Bola kali ini.


Lahir pada 2 Januari 1999 di Kota Muna, Sulawesi Tenggara. Kecintaan Ramdani terhadap sepak bola dimulai sejak usia muda. Dia bergabung dengan tim pemuda lokal dan dengan cepat menarik perhatian para pengintai karena keterampilan dan tekadnya yang luar biasa. Terobosannya datang saat ia bergabung dengan Persela Lamongan. Sepanjang karirnya, Ramdani secara konsisten menunjukkan bakatnya di lapangan. Dikenal karena kecepatannya yang sangat cepat dan kontrol bola yang tepat, dia telah memukau para penggemar dengan kemampuannya menggiring bola. Penampilannya telah memberinya banyak penghargaan, termasuk dinobatkan sebagai Pemain Muda Terbaik di Liga 1. Pemain muda berbakat ini memiliki tinggi badan 172 cm. Saat ini Saddil sedang bergabung di bawah tim Sabah FC di Malaysia. Saddil merupakan salah seorang pemain sepak bola profesional di Indonesia yang dikenal karena berbagai kemampuannya seperti karena kecepatannya, dribbling, serta passingnya yang dinilai akurat. Saddil pernah mendapatkan gelar sebagai wonderkid di tahun 2018, gelar tersebut diterbitkan oleh majalah The Void. Sekarang ini, Ia sedang bermain di Liga Super Malaysia yakni pada Tim Sabah FC. Selain itu, ia juga tergabung untuk memperkuat skuat Garuda Muda Indonesia. Semasa di usia muda atau anak-anak Ia pernah pergi merantau dari kota asalnya yakni Muna untuk menuju ke Kendari. Di sana ia bergabung ke dalam sekolah sepak bola Galasiswa. Selanjutnya di tahun 2012, Saddil melanjutkan perjalanannya ke Malang Jawa Timur untuk bergabung ke ASIFA/ Aji Santoso International Football Academy. Perkembangannya cukup bagus dan pesat, Saddil dipercaya sebagai pemain sayap bagi Tim dan juga pencetak gol di ASIFA. Berkat hal tersebut, Ia dipanggil untuk turut serta dalam memperkuat tim nasional mudanya. Pada kejuaraan Remaja U-19 AFF di tahun 2016, Ia berhasil mencetak hat-trick saat berhadapan melawan Kamboja. Berbicara soal karir Saddil sendiri, Ia memulai karir juniornya di tahun 2012 untuk tim Sabah hingga tahun 2015. Di tahun berikutnya, Ia tergabung ke dalam Tim La Masia di Barcelona. Selanjutnya di tahun 2017 hingga 2018, Ia ikut tergabung ke dalam Manchester United Academy. Sementara, untuk karir seniornya Ia mulai di tahun 2016 dengan bergabung ke Persela Lamongan hingga tahun 2017. Tahun selanjutnya ia melanjutkan perjalanan karirnya pada klub Persikabo FC. Sejak tahun 2020 hingga 2021 Ia tergabung ke dalam klub Bhayangkara FC. Pada tahun 2021, Ia memulai karirnya seniornya di klub luar negri atau negara jiran Malaysia, yakni kembali pada tim Sabah FC. Di luar kesuksesan individunya, Ramdani juga memberikan kontribusi yang signifikan bagi timnas. Mewakili Indonesia di berbagai turnamen internasional, ia berperan penting dalam membantu tim meraih hasil yang membanggakan. Di luar lapangan, Ramdani dikenal dengan kerendahan hati dan dedikasinya untuk mengembangkan diri sebagai pemain. Dia mempertahankan rutinitas pelatihan yang disiplin dan terus mencari bimbingan dari pelatih berpengalaman untuk menyempurnakan keterampilannya lebih lanjut. Menurut wawancara beberapa waktu lalu, Saddil mengungkapkan bahwa para netizen justru yang selalu menghancurkan mental para pemain Timnas. Menurutnya, sebagai seorang warga negara mereka memberikan support penuh pada Timnas negaranya, karena Timnas telah dengan mati-matian membela negara Indoneisa melalui pertandingan sepak bola. Namun, pernyataan dari Saddil tersebut tampaknya kurang diindahkan oleh beberapa masyarakat. Para netizen-pun akhirnya memberikan respon kecewa serta beramai-ramai menyuruh Saddil agar pindah ke Malaysia. Banyak netizen yang memberikan tanggapan, bahwa permainannya saat membela Timnas Indonesia tidak sebagus saat ia sedang bermain membela klubnya yakni Sabah FC. Diduga Saddil Ramdani terpancing dengan komentar netizen pada kolom instagram. "Seharusnya kalian support dan dukung bagaimanapun mereka membela kebanggaan kita semua. Yang kalian dukung hanya pendatang dan dielu-elukan," seperti itu tulis Saddil Ramdani saat menjawab komentar dari netizen. Melihat jawaban komentar itu, netizen Indonesia semakin murka, apalagi Saddil secara tidak langsung menyebut pemain naturalisasi sebagai 'pendatang'. Setelah itu, Saddil Ramdani lanjut membela dirinya. Ia mengatakan bahwa dirinya kurang bisa memberikan atau menampilkan hasil yang maksimal. Alasannya karena Ia hanya diturunkan beberapa menit saja saat bertanding, sangat berbeda dengan saat ia berlaga di klubnya Sabah FC. Buntut dari hal ini, justru warga malaysia ramai-rami memberikan komentar pembelaan untuk Saddil Ramdani. Bahkan media Malaysia kerap menyebut bahwa warganet Indonesia sudah keterlaluan. Melihat Saddil yang mendapat hujatan di negerinya sendiri, suporter Malaysia justru mengatakan bahwa Saddil sangat pantas dinaturalisasi dan bergabung ke timnas Malaysia. Jadi bagaimana menurut pendapatmu, apakah kalian setuju dengan pendapat bahwa Saddil akan lebih baik jika berpindah untuk membela Tim Malaysia? Tentu banyak hal yang bisa kita petik dari hal ini. Sebagai warga yang baik dan bijak kita perlu untuk terus memberikan support dan dukungan pada seluruh atlet yang telah mati-matian mengharumkan nama bangsa.

Dapatkan informasi, fakta menarik dan berita ter-update setiap hari hanya di trendingbola.com

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel